Film Jakarta Undercover

Inilah resensi film yang diangkat dari buku karya Moamar Emka, Jakarta Undercover.

Masih ingatkah Anda bahwa di tahun 2003 silam ada sebuah buku controversial yang ditulis oleh Moamar Emka dan menjadi best seller dengan judul  Jakarta Undercover? Kisah tersebut sepertinya tak pernah usang untuk diulas kembali dan kali ini akan diangkat menjadi sebuah film.  Kisah-kisah poker online yang terekam pada buku tersebut sangat layak untuk dijadikan bahan renungan terutama bagi masyarakat urban ibukota. Kisah-kisah klise tentang wajah kehidupan malam yang penuh dengan kebebasan dapat Anda saksikan melalui layar lebar di  tangan dingin sutradara Fajar Nugros dalam waktu dekat ini.

Resensi film Jakarta Undercover

Versi kisah Jakarta Undercover pada film ini tak hanya mengangkat ke layar lebar isu-isu sensitive seperti beragam kehidupan malam Jakarta termasuk prostitusi, tetapi juga menggambarkan sisi humanis para tokoh dalam film mulai dari persahabatan, cita-cita yang tulus, cinta yang romantis, dan sebagainya. Berikut adalah resensinya untuk Anda.

Oka Antara yang memerankan tokoh utama, Pras adalah seorang wartawan majalan ibukota yang berasal dari sebuah kota kecil di Jawa Timur. Ia datang ke ibukota ingin merasakan perjuangan menaklukkan Jakarta yang konon begitu kejam dan keras hanya dengan bekal idealisme serta cita-cita. Keinginannya hanyalah memberikan manfaat kepada masyarakat dengan dedikasi sebagai wartawan. Ia sudah sangat sering mewawancarai pejabat dan meminta keterangan tetapi di tengah laju kariernya ia merasa ragu dan kehilangan idealismenya. Sering ia merasa hanyalah seorang pegawai yang bekerja pada penguasa media dan dimanfaatkan untuk sebuah kepentingan besar yang membutuhkan penggiringan opini masyarakat.

Di ibukota ia tak segan menolong orang-orang yang ia temui, hingga akhirnya mengantarkannya menyaksikan gemerlap kehidupan malam ibukota secara nyata. Kesempatan tersebut ia peroleh dengan menolong secara tak sengaja Ganindra Bimo yang berperan sebagai Awink, penari waria pada sebuah klub terkemuka melarikan diri dari kejaran gerombolan preman. Selain itu ada pula Baim Wong yang memerankan Yoga, seorang Party Planner yang cukup ternama di ibukota. Pras pada akhirnya juga berkenalan dengan Tiara Eve yang berperan menjadi Laura di sebuah supermarket. Laura sendiri adalah seorang model papan atas yang menyambi menjadi PSK untuk kalangan elit. Mereka berdua merasa senasib, yaitu dua orang asing  yang tak sukses merealisasikan cita-citanya dan ditakdirkan bertemu.

Laura hanya mempunyai keinginan sederhana, yaitu melihat keluarganya hidup berkecukupan dan bahagia. Pras dan Laura menjadi semakin nyaman satu sama lain dan keduanya merasakan sinyal-sinyal cinta, tetapi tentu saja Laura terlalu rumit bagi pribadi Pras. Sementara di sini lain Pras juga merasa tengah bergelut dengan dirinya sendiri, dimana pelan-pelan prinsip dan hidupnya sudah mulai berubah, termasuk idealisme yang dahulu selalu ia junjung dan perjuangkan. Pras merasa seperti berada di persimpangan dengan teman-teman barunya yang dipertaruhkan, juga Laura, wanita cantik yang kesepian yang berkenalan dengannya di supermarket dan dalam waktu singkat mencuri hatinya.

Tentang film Jakarta Undercover

Film ini dinilai sukses pada semua aspeknya, misalnya dari segi skrip garapan Piu Syarif yang tepat sasaran dan rapi sehingga sukses memberikan bagian yang kuat pada tiap karakter walaupun hanya tampil sebentar. Film ini juga berhasil menunjukkan sisi-sisi gelap ibukota dengan gambar-gambar yang tepat serta detail yang maksimal, misalnya lingkungan rusun kumuh, supermarket, klub malam, termasuk adegan dewasa yang tampak elegan tanpa kesan berlebihan. Tentu saja yang paling menarik adalah acting yang kuat dari tiap-tiap karakter, terutama actor Ganindra Bimo yang memerankan waria penari klub yang juga sahabat Pras. Ada pula Agus Kuncoro yang memerankan mucikari waria yang misterius dan dingin.

Jadi, takperlu ragu lagi menyaksikan nonton film bioskop ini, bukan?